Stage of the Ground

Di Dalam Sampah pun Ada Pelajaran Tersendiri

15 Mei 2008 · Tidak ada Komentar

Aku baru menyadari ini sekarang:

Terlepas dari betapa buruknya kualitas sinetron-sinetron substandar di Indosiar itu, sesungguhnya dia justru punya kekuatan sendiri. Betapa tidak?

Sekedar melihat potongan animasi CG-nya, orang bisa tahu dia acara apa, ditayangkan di mana.

Sekedar mendengar musik latarnya, orang bisa tahu dia acara apa, ditayangkan di mana.

Sekedar ada satu kalimat suara dubbernya, orang bisa tahu dia acara apa, ditayangkan di mana.

Sekedar mengamati gaya pengambilan sudut pandang kameranya, orang bisa tahu dia acara apa, ditayangkan di mana.

Malah, sekedar melihat kostum dan tata rias artis-artisnya, orang bisa tahu dia acara apa, ditayangkan di mana.

Sinetron mana lagi yang bisa seperti ini? Di stasiun lain, semua sama.

Seburuk-buruknya sinetron Indosiar itu, dia punya identitas tersendiri. Ciri khas sendiri. Yang dapat membuatnya dikenali orang meski hanya dirasakan dalam sepersekian detik.

Dalam banyak hal, justru identitas ini yang seringkali kita terlupa.

Kategori: Refleksi
yang berkaitan: , , ,

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan Komentar